Pengangguran Berkelas

PENGANGGURAN BERKELAS

(awal mulanya ini adalah diari pribadi jadi enjoy aja jangan baper apalagi emosi ngab)

     Berikut adalah cerita ketika menjadi seorang pengangguran berkelas. Oke jadi dapat dimulai dari kenapa dinamakan pengangguran berkelas? ya jawabannya adalah karena saya lulus kuliah tahun 2017 dan sampai saat ini tahun 2025 saya belum diterima kerja dimanapun. Bukankah itu waktu yang lama, sehingga diksi dari pengangguran berkelas cocok untuk dipilih. Sekarang dapat kita hitung dari 2017 ke 2025, bukankah itu sudah berjalan 8 tahun. Wao sungguh fantastis untuk saya pribadi yang alumni PTN ternama di Indonesia.

    Apakah saya bodoh?. Jawabannya bisa saja, namun perlu diketahui saya memiliki IQ di atas rata-rata selain itu lulusan PTN ternama di Indonesia, sempat dapat beasiswa, dan lulus saat wisuda posisi ke empat di jurusan yang ditempuh. Ada yang berasumsi bahwa itu bukanlah tolok ukur anda diterima kerja. Yap saya bisa juga setuju dengan pendapat ini karena hal tersebut memanglah bukan indikator utama dari yang kita bahas kali ini, lantas adakah indikator penentu yang tepat? mungkin teman-teman bisa membantu manjawabnya.

    Apakah networkingnya yang kurang?. Saya pernah ditawari beberapa pekerjaan oleh teman salah satunya adalah menjadi karyawan honorer (mungkin sekarang sudah tidak ada). Pada dasarnya karyawan honorer adalah sebuah pengabdian. Ya namanya saja mengabdi jadi gaji tentu seikhlasnya dan waktu itu tempat kerjanya juga jauh untuk beli bensinpun kurang apalagi makan seharai-hari, tentunya jika tidak dibantu orang terdekat sangat sulit untuk dilakukan. Nah pada waktu itu sudah dilepas oleh orang tua, sehingga sulit bagi pribadi untuk melanjutkan.

    Berapa banyak pekerjaan yang sudah dilamar? tentunya sudah ada ribuan baik dari milik swasta maupun pemerintah, baik online maupun offline sudah dilakukan. Nah dari semua itu ada yang tembus bahkan sampai interview. Salah satunya adalah menjadi jurnalis dan takdir ternyata mengijinkan saya untuk kerja dibidang ini. Setelah beberapa hari dilewati dan ada lagi hambatan yang dialami yaitu kamera. Kamera yang saya gunakan adalah kamera hp, sehingga hasilnya kurang maksimal jadi mau tak mau harus segera upgrade kamera dengan resolusi tinggi. Yah seperti yang saya katakan tadi bahwa tidak ada support dari orang sekitar sehingga terpaksa saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan ini dan jadilah pengangguran berkelas sekali lagi tetapi lagi dan lagi sebut saja mengulang siklus yang sama. 

    Skill kurang? mungkin saya bisa setuju, disini keahlian yang saya miliki adalah menulis karya ilmiah, ms.office, desain grafis, dan marketing. Yap itu sedikit yang saya ingat tetapi memang tidak banyak yang saya bisa. 

    Sempat terlintas apakah perlu menambah skill atau upgrade diri?. Dalam hal ini saya mendapat saran dari teman bahwa menjadi seorang guru adalah cocok bagi saya, sehingga dengan penuh pertimbangan saya memutuskan untuk kuliah kedua kali demi mendapat gelar S.Pd. Seluruh saran dan ikhtiar saya lakukan demi masa depan yang gelap, segelap hati ini wkwkwkwk. 

    Sedikit cerita dalam menempuh gelar kedua yaitu S.Pd dilakukan sambil mengajar di bimbel yang dikelola calon istri. Hasil kuliahpun mendapat nilai yang memuaskan di semester pertama yang sangat sempurna yaitu IP 4,00 dan begitu berjalan sampai semester akhir pasti di atas 3,60. Mungkin terdengar bagus tapi ini hanyalah awal, namun setelah mendekati lulus ada wacana baru yaitu menjadi guru harus melakukan PPG Prajabatan, langsung itu kepala rasanya ya rasakan sendiri lah ya gimana konyolnya hidup ini. Sudah kuliah 2x masih disuruh PPG lagi wao menyala hati kecil ini dan sampai sekarang saya menunggu info PPG Prajabatan belum dibuka juga sepertinya ini akan menjadi lebih sulit ya.

    Apa yang dilakukan selama ini? selema menganggur saya juga melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan uang seperti membantu calon istri dibimbelnya, budidaya lele, usaha konveksi modal nekat, membuat youtube yang sekarang sudah 7500 subscriber dan tik tok dengan follower 3500 sehingga bisa menjadi affiliator. Sekali lagi terlihat bagus tetapi siklus terulang kembali di mana adsense youtube saya sedang dibekukan, yah lagi dan lagi atau memang takdirnya sehitam ini wkwkwkw ketawa sambil mengsedih.

    Dan itulah perjalanan hidupku, di mana terus menjalani siklus yang terulang dan semakin hari yang terjadi adalah dijauhi oleh teman, orang tua, dan juga keluarga. Memang miris hidup ini semua support dari segi mentalpun hilang dan akhirnya tinggalah diri sendiri dalam sepi. Masih hidup namun terasa mati karena sudah tidak diaanggap lagi bahkan hati yang hitam ini perlu sedikit cahaya namun dari mana datangnya cahaya itu? akankah datang atau memang takdir ini menahanku disini?. Mungkin banyak yang tidak bisa diceritakan namun kalau rame kita bahas lagi dari sisi mana?

Komentar